Aku merindukanmu
Seperti bumi yang selalu merindukan matahari.
Bersama udara yang kuhirup kurasakan terangmu.
Ketika kau meredup, maka kaupun redupkanku.
Akankah selalu hadir suara lirih belaian angin yang menjadi dingin?
Ketika senja tiba, dan keresahan-keresahan hiasi hatiku yang menjadi beku.
Membayangi sejuta harap yang terhempas bersama ombak danau.
Haruskah aku resah oleh hilangmu ketika malam menjelang?
Akankah kau hadir kembali bersama fajar?
Atau aku harus menantimu dikala siang menjelang.
Beri aku jawabmu sebelum aku terlelap oleh dinginnya pagi.
satu kisah telah hadir menggantikan kenangan akan suatu kerinduan
satu kekosongan telah terisi oleh kerinduan akan suatu jawaban
waktu yang hadir,waktu yang pergi dan waktu yang akan kembali lagi seakan
menjadikan hidup ini laksana sinar mentari
hadir saat pagi menjelang
ada saat siang memancang
indah dikala senja
dan tenggelam saat malam memanggil
setetes embun di rona wajahmu
menampilkan indahnya sinar sang rembulan
kicauan burung menyanyikan suara ketenangan
walau berujung akan suatu pertanyaan
untaian kata yang terikat masa
menanti hening di kala senja
dan menanti peristirahatan saat beranjak tua
waktu adalah teman
waktu adalah musuh
ia juga adalah jawaban
ia juga adalah pertanyaan
maka bertemanlah dengan waktu dan kau akan tau betapa berharganya ia
dan jawaban pun akan engkau temui. aku merindukan mu teman pada waktu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar